Selasa, 30 Agustus 2016

Mengapa Harus Politik?

Mengapa Harus Politik?

Ditulis oleh
Muhamad Yoga Prastyo
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Duta Baca Soedirman 2016

Bagi sebagian kalangan muda saat ini, mungkin politik merupakan sesuatu yang paling tidak menarik untuk diikuti perkembangannya. Bahkan untuk mendengar namanya saja agaknya cukup membuat telinga gatal. Politik bagi kalangan muda saat ini hanya utopia belaka yang tidak mungkin dapat berjalan dengan baik sebagaimana harapan masyarakat banyak Indonesia.
Generasi muda saat ini sudah terlalu jenuh dengan keadaan politik bangsa yang semakin amburadul, dimana para sebagian oknum elit politik memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan pribadinya saja. Praktek seperti korupsi, kolusi, nepotisme, penyalahgunaan fasilitas Negara dan money politic dalam pemilu sudah bukan menjadi kebudayaan lagi, melainkan vested interest, sudah menjadi darah daging. Sehingga wajar atas dasar hal tersebut generasi muda cenderung memilih jalannya sendiri, menjadi apatis.
Lantas apakah dengan kondisi tersebut politik bisa mendapatkan tempat di kalangan pemuda? Tentu bisa. Perguruan Tinggi merupakan wadah paling tepat untuk menampung para pemuda dalam berpolitik. Perguruan Tinggi tidak hanya sebagai tempat belajar sesuatu secara tekstual, melainkan lebih dari itu. Perguruan Tinggi dapat dijadikan tempat berekspresi, bersosialisasi, dan berorganisasi bagi para pemuda, dalam hal ini Saya sebut mahasiswa. Perguruan Tinggi seharusnya bisa dimanfaatkan menjadi titik awal untuk memulai politik, lebih tepatnya memulai mendalami dunia politik.
Melihat dari realita kasus di atas dapat Saya pahami bahwa politik bukan hanya dimiliki oleh generasi tua saja, melainkan generasi muda juga mempunyai andil dalam berpolitik. Generasi muda seharusnya bisa mendalami politik lebih dalam lagi. Demokrasi memberikan instuksi bahwa setiap warga negara berhak menyumbangkan suaranya demi Negara.  Satu hal yang Saya pahami lagi bahwa dengan berpolitik kita bisa menciptakan suatu karya orisinil yang tidak ternilai harganya. Sebuah karya dalam bentuk ide dan gagasan yang mulia untuk membangun Negara.
Politik adalah alat utama berjalannya roda pemerintahan. Namun ironis ketika berbicara politik hanya sebatas orang-orang yang ada di kursi parlemen, lengkap dengan berbagai kasus penyimpangan jabatan politiknya. Berbicara politik lebih dari itu, berbicara dan berdiskusi dengan teman, keluarga dan kelompok lainnya tentang segala aspek permasalahan dalam sistem birokrasi dan pemerintahan, kesejahteraan masyarakat, kemiskinan dan permasalahan sosial lain beserta solusinya, sejatinya kita telah turut andil dalam berpolitik. Namun apakah masih banyak pemuda di luar sana yang masih tertarik untuk membicarakan hal-hal tersebut?
Jika kita bandingkan dengan catatan sejarah, kondisi generasi muda saat ini bisa dibilang ada di fase kritis dalam hal nasionalisme kebangsaan. Kita bisa lihat ketika era pra-kemerdekaan, para generasi muda berduyun-duyun berpartisipasi dalam bidang politik, minimal mereka dengan semangat memberikan buah pikirannya demi Indonesia. Banyak berdirinya organisasi pemuda dan kemahasiswaan baik itu di dalam negeri atau di luar negeri merupakan bukti bahwa mereka mempunyai semangat tinggi dalam berpolitik untuk Indonesia. Idealisme mereka digunakan untuk kepentingan Negara. Hal yang sama pun terjadi pada era reformasi 18 tahun lalu.
Bukan sepenuhnya salah para pemuda memang jika memilih apatis terhadap politik mengingat apa yang dilakukan para elit politik akhir-akhir ini . Salah satu PR baru yang harus dicari solusinya adalah menghidupkan lagi semangat untuk nasionalisme kebangsaan bagi semua kalangan. Hal ini bisa dikaji oleh para praktisi kenegaraan, politikus, para akademisi dan mahasiswa termasuk dalam hal ini Saya sebagai mahasiswa politik mengapa ketertarikan anak muda dalam berpolitik itu sangat minim. Kasus di atas seharusnya tidak terjadi  mengingat Indonesia mempunyai banyak lembaga dan partai-partai politik yang seharusnya bisa memberi contoh baik dalam berpolitik.
 Saya sadari bahwa menurunnya semangat para pemuda ini bukan karena mereka memilih untuk tidak peduli, namun mereka tidak mempunyai pilihan lain. Kita lihat dari fakta yang terdekat seperti misalnya tidak berjalan secara maksimalnya fungsi organisasi kepemudaan baik yang ada di lingkungan desa dan sekolah-sekolah dalam membentuk kepribadian kadernya dengan baik bisa menjadi salah satu pemicu mengapa para pemuda tidak tertarik untuk berorganisasi dan belajar untuk ikut serta dalam  berpolitik. Faktor lain adalah tidak efektifnya partai politik yang ada di daerah-daerah dalam mengedukasi masyarakat sekitar untuk ikut belajar politik. Adanya partai politik yang salah satu kewajibannya mengedukasi kadernya dan masyarakat tentang politik tidak pernah bisa berhasil membuat masyarakat teredukasi. Bagaimana bisa berhasil jika partai politik hanya melakukan pendekatan kepada masyarakat ketika menjelang pemilihan umum saja, bukan pendekatan secara persuasif dan partisipatif sehingga masyarakat mengerti secara seksama apa itu politik dan merasakan bagaimana berpolitik sesungguhnya.
Dalam sudut pandang saya ada beberapa cara dalam menghidupkan kembali semangat nasionalisme dan budaya berpolitik. Salah satunya dan menjadi tugas saya setelah menjadi mahasiswa  nanti adalah mengedukasi kembali masyarakat seefektif mungkin. Membantu membenahi kinerja organisasi kepemudaan di tingkat desa dan sekolah-sekolah merupakan hal yang wajib dilakukan demi menghidupkan budaya politik. Sosialisasi kepada masyarakat tentang semangat kebangsaan juga wajib dilakukan, dan ini dibutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Aparat desa sebagai lembaga terdekat harus rajin mengajak warga untuk berpartisipasi dalam agendanya. Ini akan memberikan pengetahuan secara tidak langsung kepada masyarakat tentang agenda pemerintahan sehingga masyarakat tidak buta politik. Pemerintah harus bisa mengajak warganya dalam berpolitik, khususnya para remaja yang kelak akan melanjutkan kendali pemerintahan yang baru.
Mengedukasi masyarakat ini juga merupakan PR yang harus kita kerjakan bersama-sama, khususnya kami sebagai mahasiswa Ilmu Politik. Saya meyakini bahwa masa depan pemegang kendali pemerintahan dan jajarannya masih cerah, masih bisa diisi oleh orang-orang yang kompeten dan bertanggung jawab di bidangnya. Karena sesungguhnya  ketidakpuasan masyarakat dengan apa yang terjadi pada pemerintahan sekarang ini masih bisa dibenahi.
Bagaimanapun juga suatu bangsa harus memerhatikan generasi mudanya. Para generasi muda inilah yang nantinya akan melanjutkan tonggak pemerintahan selanjutnya. Melalui politik kita bisa kembali menjadi bangsa yang berjaya dan disegani oleh dunia, kita bisa memperbaiki seluruh aspek kehidupan negeri ini dan itu hanya bisa dilakukan jika seluruh jajaran pemerintahan mempunyai kompetensi dan tanggung jawab. Edukasi politik secara persuasif  harus terus dilakukan oleh semua orang yang mengerti politik. Indonesia membutuhkan perbaikan dalam sistem kepemerintahan dan itu hanya bisa dilakukan melalui pendidikan.
Pendidikan dibuat untuk mencerdasakan kehidupan masyarakat. Kewajiban kita sebagai mahasiswa bukan hanya sekedar mencari ilmu, namun kita juga harus menyalurkan apa yang kita ketahui, kepada mereka yang belum mengerti. Mahasiswa disiapkan untuk tidak menjadi robot, melainkan disiapkan untuk mengabdi kepada masyarakat dan Negara. Kebodohan dan ketidaktahuan akan terus berlangsung di negeri ini, jika yang mengerti hanya diam dan tidak peduli.

KARYAKU UNTUK ALMAMATER DAN INDONESIA


KARYAKU UNTUK ALMAMATER DAN INDONESIA

Ditulis oleh
NUATI NURKHASANAH
Fakultas Peternakan
Duta Baca Soedirman 2016

Setelah saya selesai kuliah di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman dan menjadi seorang sarjana peternakan, saya inginsukses di bidang peternakan. Saya sangat mendukung program pemerintah tentang swasembada pangan. Saya sangat berharap Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri tanpa harus impor pangan dari luar negeri dengan adanya program swasembada pangan. Targetnya adalah Indonesia mampu menjadi negara swasembada pada tahun 2030. Saya ingin membantu pemerintah mewujudkan Indonesia swasembada pangan tahun 2030 di bidang peternakan.
Untuk mewujudkannya, saya akan memulai dari awal dalam membentuk sebuah peternakan. Pertama saya akan mendirikan sebuah peternakan ayam pedaging. Kemudian setelah peternakan ayam saya telah berkembang dan memiliki dana yang cukup, saya akan mencoba ke peternakan yang membutuhkan modal lebih besar yaitu peternakan sapi. Entah sapi perah maupun sapi pedaging.
Setelah saya berhasil dengan peternakan saya, saya ingin menjadikan desa saya sebagai desa ternak yang majudan menjadi salah satu ikon peternakan di Indonesia. Hal ini merupakan langkah awal saya untuk mengurangi impor daging dan mendorong produksi daging lokal.Beberapa tahun yang lalu desa saya merupakan desa ternak yang cukup maju. Hampir setiap kepala keluarga memiliki ternak, entah sapi, kambing, bebek maupun ayam. Namun, beberapa tahun belakangan industri ternak yang ada di desa saya seperti mati. Awalnya desa saya memiliki sebuah kelompok ternak yang bernama “Kelompok Tani Ternak Wanasari” dan memiliki sebuah peternakan kelompok. Di peternakan kelompok tersebut, para anggotanya saling bekerja sama untuk meningkatkan hasil ternak yang bermutu tinggi. Namun dikarenakan minimnya pengetahuan mereka tentang cara beternak yang benar kelompok ini hanya bertahan beberapa tahun saja dan anggotanya memutuskan untuk kembali menjadi peternak secara perorangan.
Sangat disayangkan karena melihat dari keadaan desa saya yang cocok untuk dijadikan lahan peternakan tidak dimanfaatkan dan dibiarkan begitu saja.Oleh karena itu saya akan membangun kembali desa saya menjadi desa ternak yang maju. Sebagai langkah awal saya akan memberikan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat di desa saya tentang bagaimana cara beternak yang benar. Kemudian saya akan mengembangkan peternakan saya menjadi skala yang lebih besar dengan menggandeng para peternak yang ada di desa saya. Semakin banyak peternak yang bergabung maka peternakan saya akan semakin berkembang luas. Untuk menambah wawasan mereka, selain saya sering memberikan sosialisasi kepada mereka saya juga akan mendatangkan motivator yaitu seorang peternak yang sudah sukses agar dia menceritakan pengalamannya dan dapat memotivasi para peternak di desa saya agar lebih giat dalam beternak dan mereka menjadi semakin produktif.
Selain memajukan di bidang ternak, saya juga akan memajukan di bidang pengolahan hasil ternaknya. Untuk apa sebuah desa maju di bidang ternak tapi masyarakatnya tidak bisa mengolah hasil ternaknya. Saya akan mengajak masyarakat di desa saya khususnya para ibu-ibu yang tidak memiliki pekerjaan untuk bersama-sama bergabung dalam industri pengolahan hasil ternak ini.
Selain menghidupkan kembali kelompok peternak di desa saya, saya juga akan mendirikan sebuah laboratorium peternakan di mana laboratorium ini adalah wadah untuk menampung para peneliti khususnya di bidang peternakan untuk mengembangkan kualitas produksi ternak. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan di laboratorium akan langsung saya terapkan di peternakan saya.
Setelah saya berhasil menjadikan desa saya menjadi menjadi desa ternak yang maju dan mendirikan sebuah laboratorium penelitian tentang peternakan, saya akan berupaya meraih beasiswa pendidikan S2 di luar negeri. Target saya adalah Australia. Saya memilih Australia karena saya ingin mempelajari bagaimana para peternak sapi di Australia bisa sukses memelihara sapi hingga jumlahnya sampai ratusan dan mereka mampu memenuhi kebutuhan daging sapi sampai bisa mengekspor sapi ke luar negeri. Saya memutuskan untuk meneruskan pendidikan hingga S2 karena saya berusaha mencapai kedudukan yang pantas di pemerintahan. Saya berusaha menjadi seseorang yang dapat membuat kebijakan, sehingga saya dapat membuat program-program yang mendukung serta dapat menyejahterakan rakyat terkait peternakan.
Saya melihat bahwa penghasilan seorang peternak tidak tentu, kadang tinggi kadang rendah, bahkan mereka tidak bisa hanya mengandalkan penghasilan dari peternakan kecil mereka saja. Saat musim lebaran dan hari-hari besar keagamaan, mereka dapat menikmati hasil dari jerih payah mereka dalam beternak terutama sapi dan ayam karena pada musim-musim ini kebutuhan pasar akan daging meningkat. Namun, kebutuhan pasar yang meningkat tidak dibarengi dengan jumlah barang yang ada, akhirnya pemerintah memutuskan untuk impor daging yang biasanya harga daging impor jauh lebih murah dibandingkan daging lokal. Sehingga para peternak harus kembali menjual harga produk hasil peternakan mereka dengan murah. Realita itukah yang menjadi inspirasi saya untuk memiliki posisi yang penting dalam pemerintahan agar saya dapat membuat kebijakan yang dapat menjamin kesejahteraan rakyat terutama para peternak.

Saya berharap apa yang saya tulis dalam esai ini dapat bermanfaat terutama bagi saya sendiri, dan saya dapat mewujudkan apa yang saya tulis dalam esai ini. Saya ingin Indonesia tidak lagi membudayakan impor daging dari luar negeri. Saya ingin Indonesia mampu menyuplai kebutuhan daging dengan sendiri karena saya yakin Indonesia mampu jika kita mampu memanfaatkan sumber daya alam Indonesia yang melimpah ini. Saya berharap dengan apa yang telah saya lakukan dapat mewujudkan Indonesia dapat mencapai program swasembada pangan pada tahun 2030.

ASAKU UNTUK KELAUTAN DAN KESEJAHTERAAN INDONESIA

ASAKU UNTUK KELAUTAN DAN KESEJAHTERAAN INDONESIA

Ditulis oleh
Tofah Yuliantika Rakhmah
Jurusan Ilmu Kelautan
Duta Baca Soedirman 2016

Aku berharap saat aku telah menjadi Sarjana Ilmu Kelautan, ingin rasanya aku memajukan kesejahteraan masyarakat Indonesia, terutama dalam hasil lautnya. Baik itu ikan, udang, minyak, gangga, karang, dan yang lainnya. Sebelum saya mengutarakan apa yang aku harapkan, aku akan menceritakan apa yang aku ketahui tentang kelautan Indonesia.
Sudah bukan menjadi rahasia bahwa kelautan Indonesia memiliki berbagai jenis ikan, baik itu ikan konsumsi maupun non konsumsi (ikan hias). Dari berbagai ikan konsumsi yang terdapat perairan Indonesia berikut adalah contohnya : ikan tongkol, ikan bandeng, ikan balanak, ikan cakalang, ikan kakap, ikan tenggiri, ikan kembung, ikan tuna, udang, cumi, lobster, dan masih banyak lagi. Sedangkan ikan non konsumsi (ikan hias) sebagai contohnya adalah : ikan badut, ikaninjel, ikan blue devil, ikan napoleon, kuda laut, beberapa jenis udang, kuda laut dan sebagainya. Bahkan sekarang juga ada masyarakat yang memelihara ikan predator seperti ikan hiu dan ikan hias ukuran besar seperti ikan pari. Selain ikan yang tersidia di lautan, sekarang penduduk indoneia juga banyak yang melakukan budi daya ikan, terutama masyarakat daerah pesisir. Adapun beberapa jenis ikan yang dikembangbiakkan disana adalah : ikan kakap, ikan bandeng, udang, dan lobster.
Selain ikan, perairan Indonesia juga kaya akan minyak bumi. Indonesia merupakan negara dengan nomor urut ke 24 dalam Negara Produsen Minyak Bumi Terbesar Dunia pada tahun 2015 dan merupakan pengahasil migas terbesar di Asia Tenggara. Kenyataan tersebut membuat permintaan akan migas mengalami peningkatan disetiap tahunnya. Diperkirakan jumlah minyak mentah yang dikeruk dari dalam perut bumi di berbagai wilayah di Indonesia mencapai 915.498 bpd (barel per hari).Berikut merupakan provinsi provinsi Indonesia yang merupakan penghasil minyak bumi terbesar adalah : Provinsi Papua Barat, Provinsi  Sumatra Selatan, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Kalimantan Timur, dan Sektor Kelautan Jawa.
Potensi lain yang dimiliki kelautan Indonesia adalah potensi pengembangan industri perikanan berbasis rumput laut. pada saat ini pengembangan industri rumput laut masih menjadi revitalisasi Kementrian Kelautan dan Perikanan, karena komoditas rumput laut memberikan kontribusi dan penyumbang devisa Negara terbesar setelah udang dan tuna. Selain itu, cara budi daya rumput laut relatif mudah dipelajari dan dikuasai oleh masyarakat, sehingga usaha tersebut dapat dilakukan secara massal. Disamping itu, permintaan konsumen terhadap rumput laut dan olahannya baik di pasar dosmetik maupun internasional setiap tahunnya mengalami peningkatan. Berikut merupakan contoh olahan dari rumput laut : Agar-agar, kosmetik, obat-obatan, dan masih banyak lagi.
Potensi pariwisata yang berbasis kelautanjuga tak kalah dengan potensi yang lainnya. Baik itu pariwisata pantai maupun bawah laut. Karena keindahan pantai dan pemandangan bawah laut Indonesia, menjadikan para wisatawan dosmetik maupun internasional berbondong bonding untuk menikmati keindahannya, baik pemandangan atas laut maupun bawah laut yang mencaput pantai, karang, populai ikan, penangkaran penangkaran hewan laut, dan lain-lain. Dengan begitu menjadikan per pariwisataan laut Indonesia merupakan penyumabang devisa terbesar untuk Negara. Beberapa pesona laut yang dimiliki Inodnesia : Pantai pantai di Pulau Bali, Pulau Lombok, Kepulauan Seribu, Pulau Bunaken, Kepulauan Raja Ampat, Laut Kepulauan Togean, Wakatobi, dan masih ada tempat tempat di Indonesia yang memiliki pemandangan indah dan asri.
Namun sayang, istilah“jika ada putih pasti ada hitam, jika ada baik pasti ada buruk”. Istilah tersebut pasti selalu menempel pada setiap yang ada di dunia ini. Termasuk yang terjadi pada kekayaan laut Indonesia. Jika di atas saya menjelaskan bahwa betapa kayanya Negeri kita, selanjutnya saya akan menjelaskan kekurangan atau kecacatan yang terjadi dalam Kelautan Indonesia.
Permasalahan pertama adalah tentang tangkapan ikan oleh para nelayan Indonesia. Meskipun begitu banyaknya jenis ikan yang berada di perairan laut Indonesia, baik non konsumsi maupun non konsumsi jumlah tangkapan yang diperoleh oleh para nelayan tidak sesuai dengan  potensi lestari yang dimiliki Indonesia. Potensi lestari adalah potensi penangkapan ikan yang masih memungkinkan bagi ikan untuk melakukan regenerasi hingga jumlah ikan yang ditangkap tidak mempengaruhi populasi ikan. Potensi lestari yang dimiliki Indonesia seharusnya sekisar 6,4 juta ton per tahun. Namun pada kenyataannya tangkapan ikan Indonesia tidak bisa mencapai lebih dari 80% dari angka tersebut. Selain masalah dengan jumlah potensi lestari tersebut, jumlah tangkapan ikan antara Indonesia bangian Barat dan Timur tidak seimbang. Baik itu jumlah, jenis, maupun ukuran Indonesia bagian Timur lebih unggul. Masalah yang lainnya adalah banyaknya pemburuan liar baik itu penduduk lokal maupun non lokal yang tidak peduli dengan kelestarian laut.
Permasalahan selanjutnya adalah banyaknya pabrik yang membuang sisa-sisa limbah mereka ke dasar laut. Selain limbah pabrik, pencemaraan juga terjadi karena limbah manusia. . Tidak jarang aku menemukan berbagai limbah manusia saat aku pergi berwisata ke tempat tempat pariwisata Indonesia, terutama pantai.Disana aku banyak menemukan limbah baik organik maupun anorganik yang ditinggalkan para wisatawan domestik maupun internasional yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Limbah tersebut banyak terdapat di tepian pantai dan tak sedikit yang terbawa oleh arus ombak hingga ke tengah tengah lautan. Limbah ini, selain mengotori dan mengurangi keindahan panorama laut. juga membuat air laut tercemar dan mengakibatkan ekosistem laut menjadi rusak, seperti banyaknya ikan yang mati, baik ikan dewasa, ikan kecil, bahkan benih benih ikan akan mengalami evolusi dengan adanya keadaan tersebut. Bahkan dengan tercemarnya air laut hasil panen laut selain ikan juga akan menurun, seperti rumput laut, mutiara laut, spons laut, bahkan budidaya karang lautpun akan terpengaruh.
Dari hasil penjabaran apa yang aku ketahui tentang kelautan dan perikanan Indonesia, aku memiliki beberapa harapan yang pastinya ingin aku jadikan kenyataan suatu saat nanti. dan usaha tersebut akan aku awali dengan menjadi Sarjana Ilmu Kelautan di UNSOED ini.

Harapanku adalah memajukan hasil laut seperti ikan, rumput laut, karang laut, dan beberapa hasil laut lainnya. Usahaku dalam mewujudkannya adalah dengan cara mendirikan sekolah minimal sebuah pondok yang dapat digunakan untuk mensosialisasikan cara budi daya yang baik sehingga hasil panen akan meningkat dari sebelumnya, baik itu ikan, lobster, kepiting, rumput laut, karang laut, mungkin juga mutiara laut. Dengan bantuan dari beberapa relawan yang lainnya mungkin dan pasti dapat mewujudkan harapan tersebut. Namun saat ini aku hanya bisa memulai dengan menjaga (membersihkan) pantai dari limbah manusia seperti sampah-sampah plastik maupun botol kaca yang terdapat dipantai, membuangnya ditempat yang semestinya saat aku mengunjungi pantai-pantai di kawasan daerahku. Mungkin cukup sampai disini aku mengeluarkan apa yang ada dibenakku. Terimakasih.        

Saat Saya Berhasil Menjadi Sarjana Ilmu Kelautan

Saat Saya Berhasil Menjadi Sarjana Ilmu Kelautan

Ditulis Oleh
Ratih Ayustina
Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan
Duta Baca Soedirman 2016

The Influence of Sea Power upon History” mengemukakan teori bahwa sea power merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara, yang mana jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu negara. Sebaliknya, jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diabaikan akan berakibat kerugian bagi suatu negara atau bahkan meruntuhkan negara tersebut.
Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.
Namun kekayaan alam ini seringkali disalahgunakan oleh banyak pihak yang menjadi sumber masalah terbesar kerusakan laut. Banyaknya pihak yang tidak bertanggung jawab dalam membuang limbah hasil pabrik langsung ke perairan, kesalahan banyak pihak dalam mengeksploitasi sumber daya hasil laut, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana menangkap ikan dan hasil laut lainnya dengan baik, menyebabkan pemanfaatan laut hanya sebatas eksploitasi energi fosil dan penangkapan hasil laut secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kerusakan pada laut yang menyebabkan berbagai macam masalah pada keseimbangan lingkungan, diantaranya hancurnya terumbu karang yang menjadi rumah bagi para ribuan bahkan jutaan spesies yang ada di dalam laut. Selain rusaknya terumbu karang, eksploitasi yang berlebih dan kesalahan dalam membuang limbah juga menyebabkan banyaknya spesies yang punah dan nyaris mati karena ulah manusia itu sendiri, misalnya banyaknya lumba-lumba atau penyu yang memakan limbah plastik yang dibuang ke area laut  karena mengiranya sebagai ubur-ubur, atau banyaknya burung disekitar pantai yang lehernya terjebak dalam botol air minum kemasan. Padahal, seperti yang kita tahulaut merupakan ekosistem yang paling besar dan stabil selain itu di dalam laut juga menyimpan jutaan spesies yang saling bersimbiosis dalam menjaga keseimbangan alam.
Tak hanya untuk alam, rusaknya ekosistem laut juga memberikan dampak buruk pada kehidupan manusia. Nelayan lambat laun akan kehilangan pekerjaannya, selain itu kualitas kesehatan manusia juga akan menurun misalnya, dengan mengonsumsi ikan yang sudah tercemar dengan limbah pabrik atau dengan merkuri.
Berbagai upaya dapat kita lakukan, misalnya dengan tidak membuang sampah ke perairan laut ataupun ke pantai dan melakukan konservasi laut. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang berakal sehat menjaga kelestarian alam ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu disinilah peran sarjana kelautan dibutuhkan dan sebagai calon lulusan sarjana kelautan, disini saya memiliki komitmen dan semangat yang tinggi untuk mencari ilmu, sebagai pedoman untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi yang kreatif dan inovatif untuk melestarikan kekayaan laut Indonesia.
Beberapa hal yang akan saya lakukan apabila saya telah lulus menjadi sarjana kelautan Universitas Jenderal Soedirman, pertama saya akan bekerja sesuai dengan passion dan kemampuan saya di Ilmu Kelautan. Saya ingin menyumbangkan ilmu dan tenaga yang saya miliki sebagai sarjana kelautan untuk kemajuan maritim dan kelestarian laut terutama di Indonesia dengan cara melakukan berbagai macam konservasi biota laut yang nyaris punah. Menurut IUCN, sebagian besar spesies terancam punah adalah, hiu dan ikan manta. Spesies itu terancam menghilang karena aktivitas penangkapan ikan di habitat ikan itu berlebihan serta adanya polusi.
Saya ingin bergabung dengan kelompok-kelompok peduli kelestarian alam seperti WWF Indonesia untuk membantu mengonservasi kekayaan biota laut di Indonesia. Salah satunya yaitu ikan hiu. Ikan hiu adalah predator utama di dalam laut dan menjadi spesies teratas yang menduduki piramida makanan. Namun, sayangnya eksploitasi ikan hiu yang berlebih oleh oknum-oknum nakal menjadikan ikan hiu menjadi langka sejak beberapa tahun terakhir. Padahal jumlah anak yang dihasilkan setiap tahunnya relatif sedikit dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya. Dari 118 spesies ikan hiu, beberapa diantaranya perlu diberikan perhatian yang cukup intens terkait upaya konservasinya. Disini saya bercita-cita untuk ikut ambil peran dalam proses penelitian dan perlindungan ikan hiu itu sendiri.
Selain ikan hiu, saya ingin melakukan konservasi terumbu karang sebagai tempat tinggal jutaan spesies di lautan. Akibat ulah manusia dan pemanasan suhu bumi, terumbu karang banyak yang mati dan tidak bisa berkembang lagi. Padahal, sudah jelas untuk tumbuh sebesar 1 cm saja terumbu karang membutuhkan waktu beberapa tahun lamanya. Disini saya ingin mengambil peran dalam melakukan perlindungan terumbu karang dengan melakukan pembudidayaan terumbu karang. Karena apabila kita berhasil menyelamatkan terumbu karang, maka jutaan spesies dalam laut juga akan terselamatkan.
Selain melakukan banyak konservasi, saya juga ingin mengadakan penyuluhan bagaimana cara menangkap ikan dengan baik tanpa menghancurkan isi laut serta tentang pentingnya menjaga lautan kepada masyarakat pesisir pantai terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada hasil laut. Saya juga akan mengajak mereka untuk turut andil dalam pelestarian terumbu karang dan biota laut.
Disamping melakukan konservasi-konservasi terhadap biota laut, saya juga ingin melakukan berbagai penelitian terhadap sumber daya perairan di kelautan Indonesia. Begitu banyak spesies dari biota laut yang masih belum teridentifikasi dan belum banyak dikenal. Padahal banyak diantara spesies tersebut yang memiliki manfaat bagi kelangsungan hidup manusia sendiri.
Untuk itu, saya berharap dapat belajar dengan baik dengan IPK yang memuaskan di Ilmu Kelautan ini dan berhasil membawa nama baik almamater kampus untuk kelautan Indonesia yang lebih baik serta dapat mewujudkan cita-cita saya untuk negara tercinta ini di sektor kelautan. Salam kelautan. Jalesveva Jayamahe!


Karyaku Untuk Bangsa Yang Lebih Baik

Karyaku Untuk Bangsa Yang Lebih Baik

Ditulis oleh
Roby Ardiansyah
Fakultas Ilmu Budaya
Duta Baca Soedirman 2016

Sewaktu kecil pernahkah terlitas dibenak kalian,apa yang akan kalian lakukan kelak ketika dewasa?Tentu pernah bukan?Mulai dari cita - cita yang ingin dicapai, sampai sesuatu yang mungkin tidak masuk akal seperti ingin terbang mungkin.Tetapi,seiring dengan berjalannya waktu,pola pikir kita pun ikut berubah.
Mahasiswa,sebutan itu yang mungkin akan aku dapatkan dalam waktu dekat .Mahasiswa tentu tidak sama dengan pelajar SMA yang hanya menunggu tugas dari guru mereka. Mahasiswa juga bukan sebuah status untuk kebanggan semata. Namun mahasiswa adalah status yang disematkan kepada pemuda – pemudi Indonesia yang aktif berperan terhadap dirinya sendiri, masyarakat luas, juga bangsanya.
Sebagai mahasiswa,kita harus mulai memikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk masyarakat maupun almamater/universitas.Kita dituntut untuk terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman,baik dari segi informasi maupun teknologi.Maka dari itu,di saat atau seusai melalui masa perkuliahan pasti akan menghasilkan suatu karya.Nanti,saat aku telah berhasil mendapat gelar sarjana Bahasa Indonesia,aku berencana untuk mendirikan sebuah taman baca atau mungkin perpustakaan yang bisa diakses oleh kalangan umum.Tentu ini merupakan cara untuk meningkatkan minat membaca masyarakat
Mengapa perpustakaan?Berdasarkan survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.Minat baca literasi masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dari negara lain. Dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60.Banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah. Pertama, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas membaca anak-anak kita tanpa adanya buku-buku bermutu.   Untuk itulah, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita. Kedua, banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiatan membaca. Padahal, jika ingin menciptakan anak-anak yang memiliki pikiran luas dan baik akhlaknya, mau tidak mau kegiatan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Bahkan, Fauzil Adhim dalam bukunya Membuat Anak Gila Membaca (2007) mengatakan, bahwa semestinya memperkenalkan membaca kepada anak-anak sejak usia 0-2 tahun. Mengapa? Karena, pada masa 0-2 tahun perkembangan otak anak amat pesat (80% kapasitas otak manusia dibentuk pada periode dua tahun pertama) dan amat reseptif (gampang menyerap apa saja dengan memori yang kuat). Bila sejak usia 0-2 tahun sudah dikenalkan dengan membaca, kelak mereka akan memiliki minat baca yang tinggi. Dalam menyerap informasi baru, mereka akan lebih enjoy membaca buku ketimbang menonton TV atau mendengarkan radio
Di samping itu, orangtua juga perlu menetapkan jam wajib baca. Tiap anggota keluarga, baik orangtua maupun anak-anak diminta untuk mematuhinya. Di tengah kesibukan di luar rumah, semestinya orangtua menyisihkan waktunya untuk membaca buku, atau sekadar menemani anak-anaknya membaca buku. Dengan begitu, anak-anak akan mendapatkan contoh teladan dari kedua orang tuanya secara langsung.Sedangkan di tingkat sekolah, rendahnya minat baca anak-anak bisa diatasi dengan perbaikan perpustakaan sekolah. Seharusnya, pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah bisa lebih bertanggung jawab atas kondisi perpustakaan yang selama ini cenderung memprihatinkan. Padahal, perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi siswanya. Dengan begitu, masalah rendahnya minat baca akan teratasi.Perkembangan iptek yang semakin maju tentu memiliki sisi positif dan negatif.Hal ini juga berpengaruh pada minat baca masyarakat.

Maka dari untuk meningkatkan minat baca masyarakat,diperlukan adanya campurtangan dari kita.”Kalau bukan kita,siapa lagi?”,pepatah itu perlu kita tanamkan dalam diri seorang sebagaimana perannya sebagai agent of change. Angent of change atau dalam bahasa indonesia disebut dengan agen perubahan,yang berarti mahasiswa berperan besar dalam dalam proses pembentukan suatu bangsa.menjadi lebih baik.Sejarah mencatat,mahasiswa telah melakukan banyak perubahan besar,salah satunya dengan tuntutan mahasiswa yang terjadi pada Orde Baru yang pada akhirnya orde tersebut digantikan oleh Orde Refomasi.
Dari hal di atas,mendorongku untuk berpikir bagaimana caranya untuk membuat bangsa lebih baik,tentunya dengan caraku sendiri.Dan yang terpikirkan olehku adalah,untuk membatu orang/anak - anak yang belum beruntung dari aspek ekonomi sehingga mereka belum bisa mengenyam pendidikan.aku pikir membuat sebuah rumah singgah bisa jadi solusi yang tepat.
Dengan begitu anak - anak yang putus sekolah maupun tidak bersekolah karena aspek ekonomi,dapat tetap menimba ilmu.Rumah singgah ini akan aku bangun di daerah yang belum merata lembaga pendidikannya.Selain untuk anak - anak,tempat ini juga diperuntukan bagi para masyarakat atau orang tua yang buta huruf,untuk kemudian dibimbing dalam belajar baca tulis.
Sebenarnya banyak kendala untuk mewujudkan hal tersebut,salah satunya buku itu tersendiri,Stok buku bekas layak pakai tentu sulit untuk dicari,karena minat membaca masyarakat yang kurang,mempengaruhi jumlah buku bacaan yang dibeli atau dimilikinya.Selain masalah pasokan buku bekas,masalah sosialisasi juga jadi kendala.Kita perlu meluruskan pola pikir orang tua anak yang menganggap pendidikan sebagai nomor dua,menomor satukan anak untuk bekerja membantu perekonomian keluarga.”Yang penting kerja,dan asap dapur ngepul tiap hari” adalah pemikiran yang harus diubah oleh orang tua.Tidak ada salahnya mememang jika anak ikut bekerja membantu orangtua,akan tetapi orangtua juga tidak bisa megambil hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Kebutuhan akan pendidikan mutlak diperlukan guna menciptakan generasi muda yang berwawasan luas serta berbudi pekerti luhur.Tujuan ini tidak akan serta - merta terwujud tanpa peran aktif dari kita,masyarakat,serta pemerintah.







BASMI SETAN POLITIK!

BASMI SETAN POLITIK!

Ditulis oleh
Nur Wasilah
Jurusan Ilmu Politik
#1 Essay Terbaik Gensoed 2016
Duta Baca Soedirman 2016

Dunia politik saat ini benar-benar sudah sudah sangat bobrok, terutama Indonesia, karena mereka, para calon pejabat negara yang akan memimpin bangsa, kebanyakan melakukan kecurangan dalam pemilu. Tidak sedikit para anggota parpol yang sememangnya mereka luar biasa pada awalnya, namun mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri sehingga jatuh ke dalam busuknya jurang licik politik yang mengenaskan, sehingga menimbulkan dekadensi pada pola pikir para pemimpin bangsa. Bukankah ini membuktikan bahwa politik Indonesia sudah sangat bobrok? Padahal mereka mulanya berkeinginan baik untuk melakukan sebuah gubahan dan perubahan pada sistem yang menyimpang ini, tapi ternyata tidak berbeda. Tentu saja para generasi muda enggan untuk berpijak pada bumi politik yang sangat kejam, padahal Indonesia ini sangat membutuhkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Begitu seterusnya permasalahan di kancah politik Indonesia tak berujung habis diperbincangkan.
Lalu bagaimana dengan penggila nepotisme di negara ini? Busuk! Nepotisme politik kembali merasuki era ini. Nepotisme politik secara sederhana diartikan sebagai pemberian perlakuan istimewa kepada keluarga pribadi dalam kekuasaan tertentu. Secara holistik, para petinggi partai menempatkan anggota-anggota keluarga mereka ke dalam posisi yang istimewa. Padahal saya pikir masih ada generasi yang sememangnya bijak di luar sana yang masih belari di tempat karena kelicikan para setan politik. Mereka benar-benar menjepit para kader yang berusaha serta berjuang dari titik terendah. Memprihatinkan bukan? Nepotisme ini merupakan tindakan yang antidemokratis. Padahal kita semua tahu bahwa negara Indonesia ini adalah negara demokratis. Kenapa tidak negara ini menegaskan embargo politik dengan spesifikasi nepotisme? Jika anggota keluarga yang memberi posisi itu sudah lengser, maka penerusnya adalah setan yang diberi posisi, dan automatis akan terjadi hal serupa dengan setan-setan politik baru yang memimpin. Memuakkan bukan? Memang tidak semuanya. Namun pada intinya, hal tersebut tidak akan membawa negara ini menjadi sejahtera. Karena menurut saya, keegoisan dan kegalatan ini, merupakan titik tumpu berkembangbiaknya personalisasi kepemimpinan di Indonesia. Ini hal yang absurd? Ini sudah jelas!
Bisa kita perhatikan, kerap kali para petinggi yang melakukan nepotisme membela diri mereka dengan fakta-fakta dari negara demokratis lain, dengan memaparkan penjelasan tentang pelaku nepotisme yang melakukan tindakan tersebut di negara itu. Tentu saja ini tidak bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembelaan dan perbandingan oleh para setan politik Indonesia. Mereka yang disebut sebagai pelaku nepotisme di negara tersebut, berkiprah di dunia politik bukan hanya karena pemberian kekuasaan dan spesialisasi. Namun para setan politik Indonesia harus melihat juga pelbagai latar belakang mereka yang benar-benar memiliki background kemampuan berpolitik serta pernah bergelut dalam pendidikan politik. Tentu saja ini tidak bisa dibandingkan dengan para petinggi politik di Indonesia yang memberikan posisi begitu saja seenak jidat mereka kepada anggota-anggota keluarga mereka. Dan jika pola pikir para petinggi pemerintahan demikian, sudah dipastikan bahwa pada akhirnya mereka tidak akan pernah bisa untuk menyejahterakan rakyat, tidak akan pernah bisa mengabdikan diri kepada negara, dan permasalahan politik Indonesia hanya bertumpu pada pejabat politik pemerintahan tersebut yang menggila, bukan memikirkan kesejahteraan rakyat. Padahal, pada dasarnya adanya pemerintah itu dimaksudkan untuk bisa mengendalikan segala yang berkiprah di negara ini, terutama rakyat Indonesia. Namun alhasil, mereka hanya bekerja untuk diri sendiri yang dilandasi dengan keegoisan dan keserakahan masing-masing. Mulailah para pejabat politik berlaku yang seharusnya! Masih ada generasi muda yang berjuang dan bergelut dalam pendidikan politik, yang sedang menyiapkan diri mereka untuk berkembang dan menyelamatkan negara Indonesia. Mempersiapkan diri mereka untuk kehidupan masa mendatang demi kesejahteraan bangsa. Lalu untuk apa lagi tindak nepotisme masih dilakukan? Karena bisa kita lihat, dengan adanya fenomena golput dalam pemilu, bisa jadi ini menunjukan runtuhnya kepercayaan masyarakan kepada para pemimpin. Ini merupakan insinuasi saya kepada para setan politik.
Jika suatu saat nanti saya menjadi petinggi negara atau apapun yang berpijak pada bumi politik, akan saya yakinkan bahwa yang terjadi itu bukanlah karena hal busuk yang bernama nepotisme. Karena saya tahu kepada siapa dan untuk siapa sejatinya saya bekerja dan berjuang. Saya menyadari dengan segala keterbatasan pada diri saya sebagai generasi muda Indonesia yang masih buta akan dunia nyata, bahwa sebagian besar pemimpin rakyat itu benar-benar sangat memalukan. Dan saya tidak akan pernah mempermalukan diri sendiri terhadap negara ini, bangsa ini, dan Tuhan terutama. Saya ingin berkiprah di sana, berdiri tegak dan berjuang untuk negara Indonesia. Meneruskan perjuangan para pejuang Indonesia, mendharmabhaktikan rasa cinta saya terhadap Indonesia. Dan saya akan berusaha untuk itu. Tidak perlu membual berlebihan, karena saya paham bahwa setan politik akan selalu membual dan menebar janji-janji palsu kepada rakyat hanya demi kepentingan diri sendiri. Saya yakin, sebenarnya hanya dalam ruang politik itulah permasalahan tentang keseragaman dan keberagaman dapat diulas secara terbuka sehingga para pemimpin Indonesia mampu menemukan titik tumpu atau biang permasalahan yang sebenarnya menjadi skandal tanpa berkepanjangan. Saya berusaha untuk bisa mewujudkannya. Dan rupanya, saya memilih mengeksplorasi diri saya dalam pendidikan di sini, Universitas Jenderal Soedirman. Saya tidak berjanji untuk ini, tapi akan saya yakinkan bahwa saya akan bersungguh-sungguh dalam menghadapi dunia nyata, dan akan saya yakinkan bahwa kalian benar-benar tepat “membukakan” kesempatan kepada saya untuk mempersiapkan segalanya di sini, mengawali langkah saya untuk Indonesia. Karena saya yakin, bukan hanya anak menteri saja yang bisa menjadi menteri. Mereka bekerja hanya untuk memuaskan diri sendiri. Saat ini, saya belum bisa berjanji akan apa yang akan saya berikan, tapi saya berjanji akan apa yang akan saya lakukan untuk Indonesia. Apapun yang terjadi! Saya akan berusaha menciptakan kesempatan-kesempatan, sehingga dunia pun akan membukakan pintu kesempatan itu, menyejahterakan rakyat dan memakmurkan mereka. Tidak! Tapi kita semua.  Saya paham benar betapa menderitanya menjadi rakyat jelata miskin yang hidup bagaikan air di daun talas, mengiyakan segala yang mereka ucapkan, meski batin memberontak tak karuan. Dan camkan! Untuk yang merasa setan politik! Suatu saat nanti saya yang akan angkat bicara dan mematahkan perlakuan busuk kalian. Saya akan memiliki kesempatan itu. “Karena sesungguhnya, kesempatan itu bukan datang, tapi diciptakan.”

Semua ini sebenarnya memberikan pelajaran yang sangat berarti akan bahayanya nepotisme, tetapi para elite politik tak kunjung menyadari semua itu. Semoga para generasi penerus bangsa menjadi generasi yang bersih. Jadi apapun kita nanti, sejatinya kita semua mengabdi kepada tanah air tercinta, Indonesia.

Senin, 22 Agustus 2016

PENGUMUMAN 10 ESSAY TERBAIK GENSOED 2016













Selamattttt!!!
ini dia 10 essay terbaik Gensoed 2016. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik sebagai Duta Baca Soedirman yaa. Yang belum lolos jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk menjadi anggota Duta Baca Soedirman dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi masyarakat yang gemar membaca. Karena dengan membaca kita bisa memahami dunia.

Salam Loyalitas Tanpa Batas!