Selasa, 30 Agustus 2016

Saat Saya Berhasil Menjadi Sarjana Ilmu Kelautan

Saat Saya Berhasil Menjadi Sarjana Ilmu Kelautan

Ditulis Oleh
Ratih Ayustina
Fakultas Perikanandan Ilmu Kelautan
Duta Baca Soedirman 2016

“The Influence of Sea Power upon History” mengemukakan teori bahwa sea power merupakan unsur terpenting bagi kemajuan dan kejayaan suatu negara, yang mana jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diberdayakan, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan suatu negara. Sebaliknya, jika kekuatan-kekuatan laut tersebut diabaikan akan berakibat kerugian bagi suatu negara atau bahkan meruntuhkan negara tersebut.
Indonesia secara geografis merupakan sebuah negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Hal ini bisa terlihat dengan adanya garis pantai di hampir setiap pulau di Indonesia (± 81.000 km) yang menjadikan Indonesia menempati urutan kedua setelah Kanada sebagai negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia.
Namun kekayaan alam ini seringkali disalahgunakan oleh banyak pihak yang menjadi sumber masalah terbesar kerusakan laut. Banyaknya pihak yang tidak bertanggung jawab dalam membuang limbah hasil pabrik langsung ke perairan, kesalahan banyak pihak dalam mengeksploitasi sumber daya hasil laut, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana menangkap ikan dan hasil laut lainnya dengan baik, menyebabkan pemanfaatan laut hanya sebatas eksploitasi energi fosil dan penangkapan hasil laut secara berlebihan. Hal ini menyebabkan kerusakan pada laut yang menyebabkan berbagai macam masalah pada keseimbangan lingkungan, diantaranya hancurnya terumbu karang yang menjadi rumah bagi para ribuan bahkan jutaan spesies yang ada di dalam laut. Selain rusaknya terumbu karang, eksploitasi yang berlebih dan kesalahan dalam membuang limbah juga menyebabkan banyaknya spesies yang punah dan nyaris mati karena ulah manusia itu sendiri, misalnya banyaknya lumba-lumba atau penyu yang memakan limbah plastik yang dibuang ke area laut  karena mengiranya sebagai ubur-ubur, atau banyaknya burung disekitar pantai yang lehernya terjebak dalam botol air minum kemasan. Padahal, seperti yang kita tahulaut merupakan ekosistem yang paling besar dan stabil selain itu di dalam laut juga menyimpan jutaan spesies yang saling bersimbiosis dalam menjaga keseimbangan alam.
Tak hanya untuk alam, rusaknya ekosistem laut juga memberikan dampak buruk pada kehidupan manusia. Nelayan lambat laun akan kehilangan pekerjaannya, selain itu kualitas kesehatan manusia juga akan menurun misalnya, dengan mengonsumsi ikan yang sudah tercemar dengan limbah pabrik atau dengan merkuri.
Berbagai upaya dapat kita lakukan, misalnya dengan tidak membuang sampah ke perairan laut ataupun ke pantai dan melakukan konservasi laut. Sudah sepatutnya kita sebagai manusia yang berakal sehat menjaga kelestarian alam ini agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Untuk itu disinilah peran sarjana kelautan dibutuhkan dan sebagai calon lulusan sarjana kelautan, disini saya memiliki komitmen dan semangat yang tinggi untuk mencari ilmu, sebagai pedoman untuk memecahkan masalah dan menemukan solusi yang kreatif dan inovatif untuk melestarikan kekayaan laut Indonesia.
Beberapa hal yang akan saya lakukan apabila saya telah lulus menjadi sarjana kelautan Universitas Jenderal Soedirman, pertama saya akan bekerja sesuai dengan passion dan kemampuan saya di Ilmu Kelautan. Saya ingin menyumbangkan ilmu dan tenaga yang saya miliki sebagai sarjana kelautan untuk kemajuan maritim dan kelestarian laut terutama di Indonesia dengan cara melakukan berbagai macam konservasi biota laut yang nyaris punah. Menurut IUCN, sebagian besar spesies terancam punah adalah, hiu dan ikan manta. Spesies itu terancam menghilang karena aktivitas penangkapan ikan di habitat ikan itu berlebihan serta adanya polusi.
Saya ingin bergabung dengan kelompok-kelompok peduli kelestarian alam seperti WWF Indonesia untuk membantu mengonservasi kekayaan biota laut di Indonesia. Salah satunya yaitu ikan hiu. Ikan hiu adalah predator utama di dalam laut dan menjadi spesies teratas yang menduduki piramida makanan. Namun, sayangnya eksploitasi ikan hiu yang berlebih oleh oknum-oknum nakal menjadikan ikan hiu menjadi langka sejak beberapa tahun terakhir. Padahal jumlah anak yang dihasilkan setiap tahunnya relatif sedikit dibandingkan dengan ikan-ikan lainnya. Dari 118 spesies ikan hiu, beberapa diantaranya perlu diberikan perhatian yang cukup intens terkait upaya konservasinya. Disini saya bercita-cita untuk ikut ambil peran dalam proses penelitian dan perlindungan ikan hiu itu sendiri.
Selain ikan hiu, saya ingin melakukan konservasi terumbu karang sebagai tempat tinggal jutaan spesies di lautan. Akibat ulah manusia dan pemanasan suhu bumi, terumbu karang banyak yang mati dan tidak bisa berkembang lagi. Padahal, sudah jelas untuk tumbuh sebesar 1 cm saja terumbu karang membutuhkan waktu beberapa tahun lamanya. Disini saya ingin mengambil peran dalam melakukan perlindungan terumbu karang dengan melakukan pembudidayaan terumbu karang. Karena apabila kita berhasil menyelamatkan terumbu karang, maka jutaan spesies dalam laut juga akan terselamatkan.
Selain melakukan banyak konservasi, saya juga ingin mengadakan penyuluhan bagaimana cara menangkap ikan dengan baik tanpa menghancurkan isi laut serta tentang pentingnya menjaga lautan kepada masyarakat pesisir pantai terutama bagi masyarakat yang menggantungkan kehidupannya pada hasil laut. Saya juga akan mengajak mereka untuk turut andil dalam pelestarian terumbu karang dan biota laut.
Disamping melakukan konservasi-konservasi terhadap biota laut, saya juga ingin melakukan berbagai penelitian terhadap sumber daya perairan di kelautan Indonesia. Begitu banyak spesies dari biota laut yang masih belum teridentifikasi dan belum banyak dikenal. Padahal banyak diantara spesies tersebut yang memiliki manfaat bagi kelangsungan hidup manusia sendiri.
Untuk itu, saya berharap dapat belajar dengan baik dengan IPK yang memuaskan di Ilmu Kelautan ini dan berhasil membawa nama baik almamater kampus untuk kelautan Indonesia yang lebih baik serta dapat mewujudkan cita-cita saya untuk negara tercinta ini di sektor kelautan. Salam kelautan. Jalesveva Jayamahe!


Karyaku Untuk Bangsa Yang Lebih Baik

Karyaku Untuk Bangsa Yang Lebih Baik

Ditulis oleh
Roby Ardiansyah
Fakultas Ilmu Budaya
Duta Baca Soedirman 2016

Sewaktu kecil pernahkah terlitas dibenak kalian,apa yang akan kalian lakukan kelak ketika dewasa?Tentu pernah bukan?Mulai dari cita - cita yang ingin dicapai, sampai sesuatu yang mungkin tidak masuk akal seperti ingin terbang mungkin.Tetapi,seiring dengan berjalannya waktu,pola pikir kita pun ikut berubah.
Mahasiswa,sebutan itu yang mungkin akan aku dapatkan dalam waktu dekat .Mahasiswa tentu tidak sama dengan pelajar SMA yang hanya menunggu tugas dari guru mereka. Mahasiswa juga bukan sebuah status untuk kebanggan semata. Namun mahasiswa adalah status yang disematkan kepada pemuda – pemudi Indonesia yang aktif berperan terhadap dirinya sendiri, masyarakat luas, juga bangsanya.
Sebagai mahasiswa,kita harus mulai memikirkan apa yang dapat kita lakukan untuk masyarakat maupun almamater/universitas.Kita dituntut untuk terus berinovasi sesuai dengan perkembangan zaman,baik dari segi informasi maupun teknologi.Maka dari itu,di saat atau seusai melalui masa perkuliahan pasti akan menghasilkan suatu karya.Nanti,saat aku telah berhasil mendapat gelar sarjana Bahasa Indonesia,aku berencana untuk mendirikan sebuah taman baca atau mungkin perpustakaan yang bisa diakses oleh kalangan umum.Tentu ini merupakan cara untuk meningkatkan minat membaca masyarakat
Mengapa perpustakaan?Berdasarkan survei UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.Minat baca literasi masyarakat Indonesia masih sangat tertinggal dari negara lain. Dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60.Banyak faktor yang menyebabkan kemampuan membaca anak-anak Indonesia tergolong rendah. Pertama, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku yang bermutu dan memadai. Bisa dibayangkan, bagaimana aktivitas membaca anak-anak kita tanpa adanya buku-buku bermutu.   Untuk itulah, ketiadaan sarana dan prasarana, khususnya perpustakaan dengan buku-buku bermutu menjadi suatu keniscayaan bagi kita. Kedua, banyaknya keluarga di Indonesia yang belum mentradisikan kegiatan membaca. Padahal, jika ingin menciptakan anak-anak yang memiliki pikiran luas dan baik akhlaknya, mau tidak mau kegiatan membaca perlu ditanamkan sejak dini. Bahkan, Fauzil Adhim dalam bukunya Membuat Anak Gila Membaca (2007) mengatakan, bahwa semestinya memperkenalkan membaca kepada anak-anak sejak usia 0-2 tahun. Mengapa? Karena, pada masa 0-2 tahun perkembangan otak anak amat pesat (80% kapasitas otak manusia dibentuk pada periode dua tahun pertama) dan amat reseptif (gampang menyerap apa saja dengan memori yang kuat). Bila sejak usia 0-2 tahun sudah dikenalkan dengan membaca, kelak mereka akan memiliki minat baca yang tinggi. Dalam menyerap informasi baru, mereka akan lebih enjoy membaca buku ketimbang menonton TV atau mendengarkan radio
Di samping itu, orangtua juga perlu menetapkan jam wajib baca. Tiap anggota keluarga, baik orangtua maupun anak-anak diminta untuk mematuhinya. Di tengah kesibukan di luar rumah, semestinya orangtua menyisihkan waktunya untuk membaca buku, atau sekadar menemani anak-anaknya membaca buku. Dengan begitu, anak-anak akan mendapatkan contoh teladan dari kedua orang tuanya secara langsung.Sedangkan di tingkat sekolah, rendahnya minat baca anak-anak bisa diatasi dengan perbaikan perpustakaan sekolah. Seharusnya, pihak sekolah, khususnya Kepala Sekolah bisa lebih bertanggung jawab atas kondisi perpustakaan yang selama ini cenderung memprihatinkan. Padahal, perpustakaan sekolah merupakan sumber belajar yang sangat penting bagi siswanya. Dengan begitu, masalah rendahnya minat baca akan teratasi.Perkembangan iptek yang semakin maju tentu memiliki sisi positif dan negatif.Hal ini juga berpengaruh pada minat baca masyarakat.

Maka dari untuk meningkatkan minat baca masyarakat,diperlukan adanya campurtangan dari kita.”Kalau bukan kita,siapa lagi?”,pepatah itu perlu kita tanamkan dalam diri seorang sebagaimana perannya sebagai agent of change. Angent of change atau dalam bahasa indonesia disebut dengan agen perubahan,yang berarti mahasiswa berperan besar dalam dalam proses pembentukan suatu bangsa.menjadi lebih baik.Sejarah mencatat,mahasiswa telah melakukan banyak perubahan besar,salah satunya dengan tuntutan mahasiswa yang terjadi pada Orde Baru yang pada akhirnya orde tersebut digantikan oleh Orde Refomasi.
Dari hal di atas,mendorongku untuk berpikir bagaimana caranya untuk membuat bangsa lebih baik,tentunya dengan caraku sendiri.Dan yang terpikirkan olehku adalah,untuk membatu orang/anak - anak yang belum beruntung dari aspek ekonomi sehingga mereka belum bisa mengenyam pendidikan.aku pikir membuat sebuah rumah singgah bisa jadi solusi yang tepat.
Dengan begitu anak - anak yang putus sekolah maupun tidak bersekolah karena aspek ekonomi,dapat tetap menimba ilmu.Rumah singgah ini akan aku bangun di daerah yang belum merata lembaga pendidikannya.Selain untuk anak - anak,tempat ini juga diperuntukan bagi para masyarakat atau orang tua yang buta huruf,untuk kemudian dibimbing dalam belajar baca tulis.
Sebenarnya banyak kendala untuk mewujudkan hal tersebut,salah satunya buku itu tersendiri,Stok buku bekas layak pakai tentu sulit untuk dicari,karena minat membaca masyarakat yang kurang,mempengaruhi jumlah buku bacaan yang dibeli atau dimilikinya.Selain masalah pasokan buku bekas,masalah sosialisasi juga jadi kendala.Kita perlu meluruskan pola pikir orang tua anak yang menganggap pendidikan sebagai nomor dua,menomor satukan anak untuk bekerja membantu perekonomian keluarga.”Yang penting kerja,dan asap dapur ngepul tiap hari” adalah pemikiran yang harus diubah oleh orang tua.Tidak ada salahnya mememang jika anak ikut bekerja membantu orangtua,akan tetapi orangtua juga tidak bisa megambil hak anak untuk mendapatkan pendidikan.
Kebutuhan akan pendidikan mutlak diperlukan guna menciptakan generasi muda yang berwawasan luas serta berbudi pekerti luhur.Tujuan ini tidak akan serta - merta terwujud tanpa peran aktif dari kita,masyarakat,serta pemerintah.







BASMI SETAN POLITIK!

BASMI SETAN POLITIK!

Ditulis oleh
Nur Wasilah
Jurusan Ilmu Politik
#1 Essay Terbaik Gensoed 2016
Duta Baca Soedirman 2016

Dunia politik saat ini benar-benar sudah sudah sangat bobrok, terutama Indonesia, karena mereka, para calon pejabat negara yang akan memimpin bangsa, kebanyakan melakukan kecurangan dalam pemilu. Tidak sedikit para anggota parpol yang sememangnya mereka luar biasa pada awalnya, namun mereka tidak bisa mengendalikan diri mereka sendiri sehingga jatuh ke dalam busuknya jurang licik politik yang mengenaskan, sehingga menimbulkan dekadensi pada pola pikir para pemimpin bangsa. Bukankah ini membuktikan bahwa politik Indonesia sudah sangat bobrok? Padahal mereka mulanya berkeinginan baik untuk melakukan sebuah gubahan dan perubahan pada sistem yang menyimpang ini, tapi ternyata tidak berbeda. Tentu saja para generasi muda enggan untuk berpijak pada bumi politik yang sangat kejam, padahal Indonesia ini sangat membutuhkan pemimpin yang jujur dan bijaksana. Begitu seterusnya permasalahan di kancah politik Indonesia tak berujung habis diperbincangkan.
Lalu bagaimana dengan penggila nepotisme di negara ini? Busuk! Nepotisme politik kembali merasuki era ini. Nepotisme politik secara sederhana diartikan sebagai pemberian perlakuan istimewa kepada keluarga pribadi dalam kekuasaan tertentu. Secara holistik, para petinggi partai menempatkan anggota-anggota keluarga mereka ke dalam posisi yang istimewa. Padahal saya pikir masih ada generasi yang sememangnya bijak di luar sana yang masih belari di tempat karena kelicikan para setan politik. Mereka benar-benar menjepit para kader yang berusaha serta berjuang dari titik terendah. Memprihatinkan bukan? Nepotisme ini merupakan tindakan yang antidemokratis. Padahal kita semua tahu bahwa negara Indonesia ini adalah negara demokratis. Kenapa tidak negara ini menegaskan embargo politik dengan spesifikasi nepotisme? Jika anggota keluarga yang memberi posisi itu sudah lengser, maka penerusnya adalah setan yang diberi posisi, dan automatis akan terjadi hal serupa dengan setan-setan politik baru yang memimpin. Memuakkan bukan? Memang tidak semuanya. Namun pada intinya, hal tersebut tidak akan membawa negara ini menjadi sejahtera. Karena menurut saya, keegoisan dan kegalatan ini, merupakan titik tumpu berkembangbiaknya personalisasi kepemimpinan di Indonesia. Ini hal yang absurd? Ini sudah jelas!
Bisa kita perhatikan, kerap kali para petinggi yang melakukan nepotisme membela diri mereka dengan fakta-fakta dari negara demokratis lain, dengan memaparkan penjelasan tentang pelaku nepotisme yang melakukan tindakan tersebut di negara itu. Tentu saja ini tidak bisa dijadikan sebagai bahan dasar pembelaan dan perbandingan oleh para setan politik Indonesia. Mereka yang disebut sebagai pelaku nepotisme di negara tersebut, berkiprah di dunia politik bukan hanya karena pemberian kekuasaan dan spesialisasi. Namun para setan politik Indonesia harus melihat juga pelbagai latar belakang mereka yang benar-benar memiliki background kemampuan berpolitik serta pernah bergelut dalam pendidikan politik. Tentu saja ini tidak bisa dibandingkan dengan para petinggi politik di Indonesia yang memberikan posisi begitu saja seenak jidat mereka kepada anggota-anggota keluarga mereka. Dan jika pola pikir para petinggi pemerintahan demikian, sudah dipastikan bahwa pada akhirnya mereka tidak akan pernah bisa untuk menyejahterakan rakyat, tidak akan pernah bisa mengabdikan diri kepada negara, dan permasalahan politik Indonesia hanya bertumpu pada pejabat politik pemerintahan tersebut yang menggila, bukan memikirkan kesejahteraan rakyat. Padahal, pada dasarnya adanya pemerintah itu dimaksudkan untuk bisa mengendalikan segala yang berkiprah di negara ini, terutama rakyat Indonesia. Namun alhasil, mereka hanya bekerja untuk diri sendiri yang dilandasi dengan keegoisan dan keserakahan masing-masing. Mulailah para pejabat politik berlaku yang seharusnya! Masih ada generasi muda yang berjuang dan bergelut dalam pendidikan politik, yang sedang menyiapkan diri mereka untuk berkembang dan menyelamatkan negara Indonesia. Mempersiapkan diri mereka untuk kehidupan masa mendatang demi kesejahteraan bangsa. Lalu untuk apa lagi tindak nepotisme masih dilakukan? Karena bisa kita lihat, dengan adanya fenomena golput dalam pemilu, bisa jadi ini menunjukan runtuhnya kepercayaan masyarakan kepada para pemimpin. Ini merupakan insinuasi saya kepada para setan politik.
Jika suatu saat nanti saya menjadi petinggi negara atau apapun yang berpijak pada bumi politik, akan saya yakinkan bahwa yang terjadi itu bukanlah karena hal busuk yang bernama nepotisme. Karena saya tahu kepada siapa dan untuk siapa sejatinya saya bekerja dan berjuang. Saya menyadari dengan segala keterbatasan pada diri saya sebagai generasi muda Indonesia yang masih buta akan dunia nyata, bahwa sebagian besar pemimpin rakyat itu benar-benar sangat memalukan. Dan saya tidak akan pernah mempermalukan diri sendiri terhadap negara ini, bangsa ini, dan Tuhan terutama. Saya ingin berkiprah di sana, berdiri tegak dan berjuang untuk negara Indonesia. Meneruskan perjuangan para pejuang Indonesia, mendharmabhaktikan rasa cinta saya terhadap Indonesia. Dan saya akan berusaha untuk itu. Tidak perlu membual berlebihan, karena saya paham bahwa setan politik akan selalu membual dan menebar janji-janji palsu kepada rakyat hanya demi kepentingan diri sendiri. Saya yakin, sebenarnya hanya dalam ruang politik itulah permasalahan tentang keseragaman dan keberagaman dapat diulas secara terbuka sehingga para pemimpin Indonesia mampu menemukan titik tumpu atau biang permasalahan yang sebenarnya menjadi skandal tanpa berkepanjangan. Saya berusaha untuk bisa mewujudkannya. Dan rupanya, saya memilih mengeksplorasi diri saya dalam pendidikan di sini, Universitas Jenderal Soedirman. Saya tidak berjanji untuk ini, tapi akan saya yakinkan bahwa saya akan bersungguh-sungguh dalam menghadapi dunia nyata, dan akan saya yakinkan bahwa kalian benar-benar tepat “membukakan” kesempatan kepada saya untuk mempersiapkan segalanya di sini, mengawali langkah saya untuk Indonesia. Karena saya yakin, bukan hanya anak menteri saja yang bisa menjadi menteri. Mereka bekerja hanya untuk memuaskan diri sendiri. Saat ini, saya belum bisa berjanji akan apa yang akan saya berikan, tapi saya berjanji akan apa yang akan saya lakukan untuk Indonesia. Apapun yang terjadi! Saya akan berusaha menciptakan kesempatan-kesempatan, sehingga dunia pun akan membukakan pintu kesempatan itu, menyejahterakan rakyat dan memakmurkan mereka. Tidak! Tapi kita semua.  Saya paham benar betapa menderitanya menjadi rakyat jelata miskin yang hidup bagaikan air di daun talas, mengiyakan segala yang mereka ucapkan, meski batin memberontak tak karuan. Dan camkan! Untuk yang merasa setan politik! Suatu saat nanti saya yang akan angkat bicara dan mematahkan perlakuan busuk kalian. Saya akan memiliki kesempatan itu. “Karena sesungguhnya, kesempatan itu bukan datang, tapi diciptakan.”

Semua ini sebenarnya memberikan pelajaran yang sangat berarti akan bahayanya nepotisme, tetapi para elite politik tak kunjung menyadari semua itu. Semoga para generasi penerus bangsa menjadi generasi yang bersih. Jadi apapun kita nanti, sejatinya kita semua mengabdi kepada tanah air tercinta, Indonesia.

Senin, 22 Agustus 2016

PENGUMUMAN 10 ESSAY TERBAIK GENSOED 2016













Selamattttt!!!
ini dia 10 essay terbaik Gensoed 2016. Semoga dapat menjalankan amanah dengan baik sebagai Duta Baca Soedirman yaa. Yang belum lolos jangan berkecil hati. Masih ada kesempatan untuk menjadi anggota Duta Baca Soedirman dan mengajak masyarakat Indonesia untuk menjadi masyarakat yang gemar membaca. Karena dengan membaca kita bisa memahami dunia.

Salam Loyalitas Tanpa Batas!

Minggu, 21 Agustus 2016

Pendaftaran Duta Baca Soedirman 2016


























Haloo gensoed 2016....
Sudah tahu kan DBS itu apa... DBS itu adalah  sebuah organisasi yang bergerak pada bidang sosial dan pengabdian masyarakat dibawah Kementrian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED).

Sebelumnya Duta Baca Soedirman telah melakukan open recruitmen pertama dengan penyeleksian 10 essay terbaik yang telah kawan-kawan buat pada saat S3.
10 essay terbaik itu diumumkan tanggal 22 Agustus 2016. 10 mahasiswa itulah yang langsung menjadi Duta Baca Soedirman 2016.

Namun jika essay kawan-kawan belum lolos, masih ada kesempatan untuk menjadi anggota Duta Baca Soedirman 2016. Duta Baca Soedirman kali ini akan membuka pendaftaran terbuka bagi seluruh mahasiswa unsoed 2016. 
Caranya :

1. Daftar melalui SMS dengan format (Nama_Fakultas) kirim ke 085716561686
1. Download form CV dan Application letter yang telah disediakan
2. Silakan isi CV dan Application letter
3. Print CV dan Application letter
4. Bawa CV dan Application letter pada saat screening (29/30/31 September 2016) di PKM Unsoed pukul 17.00-20.00

CV dan Application letter bisa didownload di
Formulir pendaftaran DBS 2016


Rabu, 17 Agustus 2016

Emansipasi Buku



Di mana tempatnya buku? di perpustakaan tentunya. Di rak-rak yang jarang terjamah manusia. Tempat yang sepertinya hanya dihuni oleh makhluk-makhluk cupu berkacamata. Ketika minat baca masyarakat Indonesia masih rendah, maka jumlah pengunjung di perpustakaan pun tetap rendah. Dan buku-buku itu semakin tak terjamah. Umumnya yang datang ke perpustakaan adalah orang yang sudah minat dan memang ingin membaca. Lalu bagaimana dengan masyarakat lainnya? Apa mereka akan dibiarkan dalam ketidakcintaan-membacanya? atau justru seharusnya mereka yang kita ajak untuk mengenal dan membiasakan cinta membaca.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk menarik minat baca masyarakat. mulai dari membenahi gedung perpustakaan menjadi ruangan yang nyaman, membuat perpustakaan keliling dengan mobil bahkan kuda, dan yang lainnya. Menurut saya, sebagus apapun dan senyaman apapun perpustakaan, namun yang datang adalah yang sudah mengenal buku dan mempunyai waktu luang untuk pergi kesana. Walaupun mungkin memang terdapat peningkatan kunjungan, namun itu tidaklah seberapa. Pamor perpustakaan sebagai tempat refreshing masih kalah saing dengan tempat tongkrongan yang lain. Cara kedua tampaknya cukup efektif. logikanya, ketika tidak ada juga yang datang melamarmu maka sudah saatnya kau harus keluar dan mencari cinta sejatimu. Kau tidak harus selalu tidur di rak buku sampai ada yang membangunkanmu. Inilah saatnya emansipasi buku. buku yang lebih mendekat dan bergerilya mencari pembacanya. Buku yang membuat manusia jadi mencintainya.

Mungkin ide yang agak gila adalah menyediakan buku di tempat-tempat umum seperti di angkringan, cafe, restoran, terminal, stasiun, bandara, halte, taman kota, alun-alun, kereta api, bus, dan tempat umum lainyya. Mengapa aku sebut ide ini agak gila? karena di bayangan saya ketika buku-buku ini tersebar tanpa penjagaan mungkin banyak yang hilang. Walaupun sebenarnya tak apa jika hilang untuk dibaca. Yang aku khawatirkan adalah hilang untuk diloakkan dengan harga tak seberapa. wkwkwk.

Tentunya dibutuhkan suatu sistem yang mengatur bagaimana buku dapat menjamah setiap lapisan masyarakat. Baik yang sudah cinta buku maupun yang belum. Yang bisa membeli buku maupun yang belum. Yang punya waktu untuk membaca atau belum. Dan dibutuhkan peran serta seluruh masyarakat untuk menjalankan program ini. Ketika kita sadar membaca itu penting untuk membangun suatu peradaban, maka kita akan bahu membahu menyadarkan diri dan yang lainnya untuk mau membuka hati untuk buku. Terlepas dari besarnya godaan  dan daya tarik gadget dan sosial media. Buku konvensional masih tetap unggul dalam beberapa hal dibanding media elektronik. Inilah yang menjadi PR kita bersama.

Lintang Ayu Saputri
Jurusan Ilmu Administrasi Negara Unsoed
Divisi Perbukuan


Are You The Next Duta Baca Soedirman?




Duta Baca Soedirman (DBS) adalah sebuah organisasi yang bergerak pada bidang sosial dan pengabdian masyarakat dibawah Kementrian Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (BEM UNSOED). Duta Baca Soedirman dibentuk pada tanggal 31 Agustus 2013. Pembentukan ini dilatarbelakangi oleh keprihatinan mahasiswa Unsoed atas semakin rendahnya minat membaca di kalangan masyarakat Indonesia. Padahal seperti yang kita tahu, buku adalah jendela dunia. Dengan buku, kita dapat memperoleh banyak ilmu pengetahuan dan dapat mengasah kreativitas. Rendahnya minat baca masyarakat sangat mempengaruhi kualitas bangsa Indonesia.



Salah satu faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca masyarakat adalah masih dirasa mahalnya buku oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Begitu juga masih sedikitnya perpustakaan-perpustakaan yang dekat dengan masyarakat. Oleh karena itu, Duta Baca Soedirman bertekad untuk mendistribusikan dan membagikan buku-buku gratis untuk anak-anak di seluruh Indonesia. Prioritas yang menjadi sasaran utama DBS adalah anak-anak usia sekolah, terutama anak-anak usia SD, SMP, dan SMA. Sehingga minat membaca generasi muda akan semakin meningkat. Selain dengan membagi buku, DBS juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar lebih mencintai buku. 



Kegiatan yang sudah dilakukan selama 3 tahun kepengurusan DBS adalah bakti sosial (baksos) dan seminar yang bertempat di SD, SMP, SMA, maupun Panti Asuhan. selain itu DBS juga mengadakan belajar bersama atau diskusi. Bakti sosial (baksos) berupa pembagian buku-buku pelajaran dan buku-buku cerita, serta pemberian motivasi dari anggota DBS kepada anak-anak SD, SMP, maupun SMA. Seminar dan training motivasi menghadirkan berbagai narasumber dari mulai akademisi (dosen), praktisi pendidikan, dan motivator. Sementara itu, belajar bersama atau diskusi adalah wadah bagi anggota DBS untuk meningkatkan dan mengembangkan wawasan tentang berbagai macam ilmu pengetahuan sehingga anggota DBS memiliki pemahaman dan pengetahuan yang terus meningkat.

Pada tahun 2015, DBS telah mengadakan beberapa acara, antara lain yaitu “DBS Goes to School” ke SD N 1 Purwokerto Lor dan salah satu MTs Negeri di Purbalingga. Kegiatan itu berisi seminar dan lomba mendongeng untuk anak sekolah. Selain itu DBS juga memberikan buku yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi perpustakaan sekolah. DBS bekerjasama dengan BEM UNSOED juga mengadakan kegiatan buka puasa bersama dengan Yayasan Yatim Mandiri. selain itu DBS juga ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh Kementrian Pengabdian Masyarakat BEM Unsoed. Selain membagikan buku, DBS juga memfasilitasi mahasiswa-mahasiswa Unsoed yang ingin ikut berbagi buku ke seluruh Indonesia dalam bentuk KKN atau Baksos. 


Buku-buku yang disumbangkan DBS sendiri didapatkan dari berbagai macam kegiatan,  salah satunya dari mahasiswa baru unsoed setiap tahunnya. Buku-buku tersebut nantinya dikelola dan dibagikan oleh anggota DBS. Setiap tahun DBS selalu membuka pendaftaran kepada Mahasiswa Baru untuk menjadi anggota DBS yang selanjutnya akan menjadi pengurus DBS secara tetap. Kriteria yang akan dijadikan acuan dan untuk menjadi anggota DBS diantaranya adalah mahasiswa yang berjiwa sosial, memiliki kemauan yang tinggi untuk turut aktif dalam kegiatan-kegiatan sosial, memiliki kemauan untuk ikut serta secara langsung dalam pengabdian masyarakat, mempunyai keingintahuan tinggi dalam berbagi ilmu serta wawasan, menyukai kegiatan membaca dan menulis,  juga mempunyai semangat untuk belajar dan berorganisasi. 



Rekruitmen anggota DBS terdiri dari beberapa tahap. Salah satunya adalah dengan menyeleksi tulisan yang akan dibuat oleh Mahasiswa Baru 2016. Tulisan tersebut berupa essay bertemakan “Karyaku Untuk Almamater dan Indonesia”. Selanjutnya akan dipilih 10 mahasiswa terbaik yang akan mendapatkan penghargaan dan otomatis menjadi anggota Duta Baca Soedirman tanpa harus melalui proses seleksi selanjutnya. 10 mahasiswa terbaik ini juga nantinya akan diperkenalkan di hadapan seluruh Mahasiswa Unsoed 2016 sebagai Duta Baca Soedirman 2016. Namun demikian, DBS juga masih membuka kesempatan bagi mahasiswa Unsoed 2016 yang memiliki kriteria diatas untuk bergabung bersama Duta Baca Soedirman dengan tahapan seleksi berikutnya. Maka dari itu, Ayo tulis essay terbaikmu sehingga dapat ikut berpartisipasi dalam meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia dengan bergabung bersama Duta baca Soedirman 2016.


Are You the Next Duta Baca Soedirman?